Firdaus Cahyadi: Green Bond BNI, Jangan Sekedar Gimmick Marketing

    Firdaus Cahyadi: Green Bond BNI, Jangan Sekedar Gimmick Marketing

    JAKARTA - Penawaran Green Bond BNI harus didahului dengan munculnya komitmen bank tersebut untuk menghentikan pendanaan ke proyek energi kotor batu bara.

    “Tanpa adanya komitmen untuk menghentikan pendanaan ke proyek batu bara, green bond itu hanya sekedar gimmick marketing, " ujar Team Lead 350 Indonesia Firdaus Cahyadi, Selasa (14/06/2022).

    REPORTER.CO.ID
    market.biz.id REPORTER.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gimmick adalah sesuatu berupa alat atau trik yang berguna untuk menarik perhatian dengan mengelabui lawan. Daya rusak batu bara, menurut Firdaus Cahyadi, sangat berbahya, baik secara ekologis maupun sosial.

    Kepiting Goreng Spesial
    market.biz.id Kepiting Goreng Spesial
    13% Rp 8.509
    Beli sekarang!

    “Data International Energy Agency (IEA) memperkirakan tambang batu bara Indonesia menghasilkan 1, 18 juta ton metana, yang setara dengan 101 juta ton CO2. Jumlah ini hampir dua kali lipat emisi CO2 Jakarta, Metana merupakan salah satu jenis GRK penyebab krisis iklim, ” jelas Cahyadi.

    Selama ini, menurut Firdaus Cahyadi, seringkali terjadi perbedaan yang tajam antara klaim green dan praktik pendanaan di sektor perbankan.

    Doppio espresso shot ganda
    market.biz.id Doppio espresso shot ganda
    16% Rp 7.300
    Beli sekarang!

    “BNI misalnya, mengklaim mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi GRK, namun dari sisi pendanaan BNI justru masih mendanai batu bara, penyebab krisis iklim, ” jelasnya.

    Mengutip data dari Moody's Investor Service, jelas Firdaus Cahyadi, pada tanggal 23 November 2021, perusahaan tambang batu bara ABM Investama mengumumkan bahwa mereka mendapatkan pinjaman sebesar 100 juta USD dari dua bank BUMN, salah satunya adalah bank BNI. Sebelumnya, pada April 2021, Bank BNI terlibat dalam pemberian kredit sindikasi pada Adaro.1. Adaro sendiri merupakan produsen batu bara terbesar kedua di Indonesia yang memiliki cadangan batubara sebesar 1, 1 miliar ton.

    “Nasabah BNI, utamanya kaum muda, sudah mulai meningkat kesadarannya terhadap lingkungan hidup, tidak butuh gimmick marketing. Mereka ingin BNI segera berkomitmen menghentikan pendanaan ke proyek energi kotor batu bara, ” tegasnya. (***)

    BNI Firdaus Cahyadi
    Wirausaha

    Wirausaha

    Artikel Sebelumnya

    Kejagung Berhasil Selamatkan Uang Negara...

    Artikel Berikutnya

    Mulyanto Prihatin Cara Kerja Pemerintah...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 480

    Postingan Tahun ini: 1609

    Registered: May 25, 2021

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 461

    Postingan Tahun ini: 2094

    Registered: Apr 8, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 179

    Postingan Tahun ini: 556

    Registered: Nov 15, 2021

    KODIM SURABAYA TIMUR

    KODIM SURABAYA TIMUR verified

    Postingan Bulan ini: 146

    Postingan Tahun ini: 435

    Registered: Oct 4, 2021

    Profle

    Narsono Son verified

    Kunjungi Pulau Nusakambangan, Wamenkumham Edward O.S Hiariej: Bekerja di Pemasyarakatan Adalah Tugas Yang Sangat Mulia
    Dapatkah Rumah Tradisional Senaru Sebagai Model Rumah Tahan Gempa ?
    Danramil Pangkah Bekali Materi Bela Negara Kepada Siswa-Siswi SMA dan SMK Se Kabupaten Tegal
    Warga Kota Tegal Dapat BLT Minyak Goreng dan Dapat Vaksin Gratis

    Rekomendasi

    Sukses Dengan Album Sebelumnya, Ada Apa Dengan Evan Aksara di Bulan Juli 2022
    Sukses Dengan Album Sebelumnya, Ada Apa Dengan Evan Aksara di Bbulan Juli 2022
    Transisi Energi Baru dan Terbarukan Berpotensi Tingkatkan Kasus Korupsi Indonesia. Mengapa?
    Pasiter Kodim 0824/Jember Hadiri Konsultasi Publik Tahap II RTRW Tahun 2022
    ITERA Kunjungi UB Pelajari Humas, Protokoler, dan Kerja Sama

    Ikuti Kami